Dalam Naungan Sukanto Tanoto RGE Terus Bagikan Premium Sharing Pada Petani Sawit

Siapa yang bilang jika perusahaan besar tak bisa berjalan seiring sejalan dengan rakyat kecil, seperti halnya para petani sawit? Bisa dilihat kiprah RGE (Royal Golden Eagle). Perusahaan dalam naungan Sukanto Tanoto yang awalnya memiliki nama Raja Garuda Mas tersebut terbukti bisa bekerjasama dengan sangat baik dengan para petani plasma hingga sekarang. Ini merupakan konsep yang digunakan oleh pemerintah Indonesia untuk menjadikan perusahaan besar dapat berjalan seiringan dengan petani kecil. Dan mereka diberi nama sebagai Perkebunan Inti Rakyat atau PIR.

Hal tersebut adalah perwujudan konkret Trilogi Pembangunan yang telah dicanangkan oleh pemerintah Indonesia. Yang mana di dalamnya berisikan sebuah pernyataan bahwa perkebunan rakyat jadi tulang punggung dari pembangunan perkebunan dengan dukungan peranan strategis BUMN perkebunan dan juga pelayanan pada pengembangan usaha perkebunan besar swasta. Pemerintah Indonesia juga mulai jalankan PIR pada saat program transmigrasi digalakan di era 1980an.

Dalam Naungan Sukanto Tanoto RGE Terus Bagikan Premium Sharing Pada Petani Sawit

Sukanto Tanoto

Ya, dalam naungan Sukanto Tanoto perusahaan yang ia dirikan yakni Royal Golden Eagle (RGE) ini pastinya akan terus membagikan premium sharing kepada para petani sawit agar mereka bisa mendapatkan kehidupan yang layak nantinya. Yang mana langkah tersebut dilakukan sebagai respons pada keberagaman masalah sosial yang mulai bermunculan sebagai akibat dari kepadatan Pulau Jawa sendiri. Tak hanya itu, program ini juga dimaksudkan untuk menekankan angka kemiskinan dengan cara menyediakan lahan serta kesempatan baru untuk kemudian dijadikan sebagai sumber mata pencaharian.

PIR pada akhirnya diintegrasikan dengan program ini. RGE dalam naungan Sukanto Tanoto bahkan jadi salah satu pelopornya lewat lini bisnisnya, yakni Asian Agri, yang merupakan anak perusahaan Royal Golden Eagle tersebut. Ini adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri kelapa sawit dan jadi perintis sistem PIR dalam perkebunan kelapa sawitnya. Bahkan sekarang komitmen Asian Agri tetap kuat dan tak berubah sama sekali. Selain itu juga penting untuk diketahui bahwa sistem petani sawit menjadikan perusahaan besar seperti RGE bertindak sebagai perusahaan inti. Lalu itu para petani kecil sendiri berperan sebagai petani plasma.

Tentunya sebagai perusahaan inti Asian Agri memang sudah seharusnya tetap bertanggung jawab untuk dampingi dan kembangkan petani sawit ini. Lini usaha RGE yang juga dikenal dengan Raja Garuda Mas tersebut membina para petani sawit dalam pengelolaan lahan 2 hektar yang diberikan pemerintah kepada tiap keluarga. Mereka mengajari bagaimana cara mengembangkan lahan dengan baik hingga jadi sebuah perkebunan kelapa sawit. Dalam prosesnya tersebut, anak perusahaan Royal Golden Eagle (RGE) turut memberikan pengetahuan dan juga keterampilan pada para petani sawit serta pengelolaan perkebunan dengan baik dan benar.

Semuanya pasti masih belum cukup, Asian Agri masih berikan bantuan lain dalam bentuk finansial. Mereka bertindak sebagai penjamin untuk bank pada saat para petani sawit ini butuh pinjaman modal. Proses pendampingan dilakukan kurang lebih selama 4 tahun. Setelah itu, pada saat dirasa sudah benar – benar siap, perkebunan inti seperti Asian Agri akan menyerahkan lahan supaya dapat dikelola oleh para petani sawit secara sepenuhnya. Bagi para petani sawit, sistem PIR seperti ini dirasa sangat membantu sekali. Sebab mereka juga bisa mendapatkan kepastian penjualan hasil perkebunannya nanti. Hingga akhirnya hal tersebut membuat perubahan dalam kehidupan para petani, dimana taraf ekonomi mereka meningkat dengan baik.

Related Posts

Dalam Naungan Sukanto Tanoto RGE Terus Bagikan Premium Sharing Pada Petani Sawit
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Untuk mendapatkan Artikel terbaru, masukkan alamat Email Anda di sini